Waktu

Tanpa disadari kita terus melewati waktu, detik demi detik kita habiskan dengan berbagai macam hal.

kebaikan dan keburukan, entah mana yang lebih sering kita lakukan. Semua hal yang kita lakukan akan dipertanggung jawab kan kelak. Oleh karena itu kita harus lebih memperhatikan apa saja yang kita lakukan saat waktu memakan kita.

Sepandai pandai nya orang adalah ia yang pandai mengelola waktu. Yang tahu bagaimana caranya membagi waktu, dan mempergunakan waktu sebaik mungkin agar tak terbuang dengan sia sia.

Orang yang tidak pandai mengelola waktu cenderung lebih membuang buang waktu dan menyia nyiakan nya tanpa ada rasa peduli sedikit pun , dan sedetik saja yang telah ia lewati dengan melakukan hal buruk mungkin ia tak menyadari dan tak menyesalinya. Andai saja ia tahu tentang berharga nya waktu walaupun satu detik, pasti ia tak rela waktunya terbuang begitu saja.

Hidup itu singkat dan hanya sekali, maka dari itu kita harus menghargai waktu. Waktu selalu memberikan kesempatan disetiap detiknya, bagaimana tidak, selagi kita masih memiliki waktu, artinya kita masih memiliki kesempatan untuk menjadi lebih baik lagi.

Beda hal nya dengan orang yang tak menghargai waktu, ia selalu melewatkan kesempatan nya. Sama hal nya ia membiarkan kesempatan nya pergi begitu saja.

waktu memang sangat pantas untuk dihargai setiap detiknya. Hanya saja, kita harus menentukan prioritas waktu itu dipergunakan khusus untuk hal apa dan siapa di masa itu.

Prioritas itu datang tepat pada saat kita sudah merasa nyaman, yang juga rasa nyaman itu yang seolah sama persis yang ditawarkan si detik, menit, dan jam.

Ketiga bagian waktu ini memang tidak pernah untuk menuntut kita peka, namun harusnya memang kita sendiri  yang harus menyadari dimana saat itu tiba sebuah waktu meminta kita untuk diprioritaskan.

Sadarkah kita kalau semua orang di dunia ini memiliki jatah waktu per hari yang sama yaitu 24 jam ? tidak ada istilah bahwa orang sukses per harinya memiliki waktu 30 jam, dan orang yang sukses memiliki enam jam lebih sedikit.

Dari hal tersebut kita dapat berkesimpulan bahwa perbedaan orang yang akan sukses dan tidak adalah bagaimana cara pandang mereka terhadap waktu. Orang yang sukses (akan sukses) sangat mengagung-agungkan waktunya agar digunakan sebanyak mungkin untuk hal-hal yang bermanfaat.

Cara pandang orang yang cenderung membawanya pada kesuksesan adalah dengan memandang bahwa “waktu adalah uang”, istilah tersebut bukan berarti bahwa dengan memanfaatkan waktu maka kita akan memiliki lebih banyak uang secara langsung (beda kasusnya dengan waktu bagi pekerja yang memilih untuk lembur).

Kita harus memandang bahwa “waktu adalah uang” berarti bahwa waktu adalah sesuatu hal yang berharga/harta layaknya uang. Bahkan saya berpendapat bahwa waktu jauh lebih penting daripada uang. karena dengan memiliki waktu kita bisa menghasilkan uang tetapi dengan uang kita tidak bisa membeli waktu.

 

 

Konveksi Tas Idola Sebagai

Pengrajin Tas

Alamat Produsen Tas pembuat Tas

Seminar

Jl. Leuwipanjang – Leuwi Sari V no 59

Bandung

No Hp 081-221-248-03

Telepon 022 – 520 6738

www.tasidola.com / www.pabriktas.co.id

Waktu adalah Emas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*