Bagaimana budaya mempengaruhi tindakan ekonomi

Pada umumnya antropolog melihat bahwa budaya memberikan kategori-kategori yang membuat kita untuk turut serta dalam tindakan ekonomi. Sedangkan ekonomi memperlakukan perilaku ekonomi berbeda dari budaya, terutama memandangnya hanya sebagai norma dan konvensi.

Atas dasar pemikiran yang demikian“ budaya” dianggap sebagai sesuatu yang menghambat pencapaian kepentingan pribadi.

Pemikiran tersebut tidak hanya di anut oleh ekonomi kontemporer tetapi juga teori pilihan rasional seperti coleman (1990) memperlakukan “budaya” sebagai norma yang merperbolehkan tindakan yang bukan untuk kepentingan tindakan itu sendiri atau melarang berperilaku tertentu.

BUDAYA ORGANISASI

Penelitian tentang budaya organisasi  menurut  DI MAGGIO (1994), dapat di lakukan dengan empat pendekatan yaitu:

Pendekatan Kognitif

Menekankan kepada peranan kebiasaan, rutin dan standar prosedur pelaksanan dalam kehidupan organisasi. Dalam masyarakat Indonesia  dikenal  pepetah lama “ pasar lama jalan karena ditempuh” yang artinya .Apabila sesuatu pekerjaan dilakukan secara rutin maka akan ditempuh kemudahan melakukannya.

Pendekatan Simbolisme Expresif Dan Norma – Norma Organisasi

memfokuskan perhatiaan pada aspek-aspek symbol dan norma yang terdapat alam suatu perusahaan sehingga memotivasi pekerja untuk melakukan aktifitasnya.

Missal : perayaan ulang tahun perusahaan.

Pendekatan Produksi  Dan Management

Pendekatan ini melihat bagaimana perbedaan perilaku yang dihasilkan oleh budaya yang muncul dari tempat bekerja.

Misalnya : pekerja digerakkan logika sentiment, sedangkan manager dituntut oleh logika rasional seperti  yang dikatakan Roethlisberger dan Dixon (1939).

Pendekatan Legitimasi Dan Keefektifan

Organisasi ini berhubungan dengan lingkungan .

  1. Budaya organisasi
  2. Budaya kelas social tertentu
  3. Budaya antar bangsa

BUDAYA KELAS SOSIAL 

penelitian budaya kelas social dapat dilakukan dalam 3 bidang :

  1. Penelitian tentang kelas bawah
  2. Penelitian tentang professional dan manager
  3. Penelitian tentang kelas pekerja  ,missalnya :

Penelitiaan tentang kelas pekerja berkisar pada bagaimana bahasa, rasa, definisi tentang kehormatan, norma hukum dan item budaya lainnya mempengaruhi perilaku seperti motivasi kerja, waktu luang dan seterusnya. Misalnya : mengapa di Padang sukar mencari pembantu rumah tangga ? masalah seperti ini di carikan jalan keluar dengan mendatangkan pekerja-pekerja dari jawa.

BUDAYA ANTAR BANGSA

Bidang penelitiaan antar bangsa ini memperhatikan perbedaan isi dari naskah dan kategori yang melekat dalam bahasa .dan ditanamkan lewat media sosialisasi misalnya system pendidikan dan media massa. Contoh : penelitian tentang perbedaan budaya JEPANG & AMERIKA dimana pekerja Jepang lebih lama kerjanya, lebih sedikit absennya dan lebih sedikit melakukan protes dibanding para pekerja Amerika.

BUDAYA DAN RESIPROSITAS (pertukaran)

Pertukaran, seperti yang telah di jelaskan pada bagian sebelumnya yang diterapkan ekonomi pasar. Dalam masyarakat budaya pasar ada 3 argumen yaitu ;

  • Budaya membentuk actor rasional
  • Ide, tekhnologi kognitif dan institusi yang berkaitan menciptakan kerangka kerja bagi ekonomi pasar
  • Budaya untuk menginterpretasikan dan menyesuaikan diri terhadap hubungan-hubungan dan institusi pasar.

GERAKAN HIJAU

Gerakan ini muncul di Negara maju barat sekitar 1970an .Arus hijau telah melanda banyak Negara eropa barat dan Amerika utara pada awal decade tersebut. Arus tersebut melemah ketika terjadi embargo minyak oleh Negara-negara arab pada tahun 1974 yang menyebabkan krisis keuangan di Negara-negara barat dan Jepang. Pada tahun berikut nya arus hijau kembali menguat di Negara-negara industri barat.

gerakan hijau di gerakan oleh kesadaran untuk menyalamatkan lingkungan untuk mencpai hidup yang baik, di masa sekarang dan masa yang akan datang.

DILEMA PEDAGANG

Pandangan yang menarik tentang dilema pedagang dalam masyarakat pasar yang sedang berkembang. Dilema yang di hadapi pedagang muncul dari kewajiban moral mereka untuk menikmati secara bersama keuntungan yang dimiliki dengan teman-teman dan para kerabat, di satu sisi, dan kebutuhan untuk membuat euntungan dan akumulasi modal di sisi lain. Terdapat lima solusi yang dapat di pilih untuk menghindari dilemma yaitu:

  1. Imigrasi pendatang minoritas
  2. Pembentukan kelompok-kelompok etnis atau religious
  3. Akumulasi status kehormatan(modal budaya)
  4. Munculnyaperdagangan kecil dengan cirri”ada uang ada barang”
  5. Depersonilisasi hubungan-hubungan ekonomi.

KESIMPULAN

Aspek budaya dalam tindakan ekonomi merupakan hambatan untuk mencapai apa-apa yang sebenarnya menjadi tujuan ekonomi yakni antara lain adalah kesejahteraan, kemapanan. Akan tetapi jika dilihat dari segi positifnya, akan terlihat berbeda, justru sebaliknya pengaruh budaya-budaya seperti tersebut di atas, akan lebih mendapatkan peran penting dalam tindakan ekonomi. Misalnya suatu produktor memproduksi baik barang maupun jasa disesuaikan pada budaya-budaya atau kebiasaan yang melekat pada masyarakat.

sumber : http://haningdwipratiwi.blogspot.co.id/2011/12/ilman-hakim-3501407071-rombel-01-media.html

Pabrik Tas di Indonesia

Konveksi Tas Idola Sebagai

Pengrajin Tas

Alamat Produsen Tas pembuat Tas

Seminar

Jl. Leuwipanjang – Leuwi Sari V no 59

Bandung

No Hp 081-221-248-03

Telepon 022 – 520 6738

www.tasidola.com / www.pabriktas.co.id

Email : info_dh@yahoo.com / info_tasidola@yahoo.com

ASPEK BUDAYA DALAM TINDAKAN EKONOMI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*