Tuntutan demokratisasi dan demokrasi semakin deras, karena sistem ini dianggap lebih menjamin perluasan pengambilan keputusan. Sistem ini pun dianggap akan lebih memberi peluang di dalam menciptakan kesejahteraan. Meskipun demokratisasi di beberapa negara mengalami hambatan atau bahkan kembali ke sistem otorider, tetapi sistem demokrasi tetap dianggap yang paling baik.

Demokratisasi di negara-negara yang baru berpindah dari sistem otoriter ke sistem demokrasi banyak menghadapi berbagai faktor yang dapat menjadi kendala bagi berjalannya proses tersebut, baik yang berasal dari kepolitikan masyarakat (infrastruktur politik) maupun dari kepolitikan pemerintah adalah birokrasi. Birokrasi berfungsi sebagai pelaksana atau institusi yang berfungsi mengimplementasikan kebijakan yang telah ditetapkan oleh politisi. Karena itu, posisi dan peran birokrasi sangat penting di dalam mewujudkan pemerintahan yang efektif. Birokrasi pun menjadi salah satu unsur yang tidak dapat diabaikan dalam konsolidasi demokrasi.

KONSOLIDASI DEMOKRASI DAN BIROKRASI

Demokrasi pada abad 21 memasuki gelombang ketiga dan makin diyakini menjadi salah satu sistem politik yang dapat menjamin hak asasi manusia dan memperluas peran setiap warga negara dalam pengambilan keputusan dalam pengelolaan sumberdaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Menurut Robert Dahl (Diamond,2003:3) demokrasi memberikan jaminan kebebasan yang tak tertandingi oleh sistem politik manapun. Karena itu, demokrasi selalu dikatakan sebagai sistem yang paling baik dari yang buruk.

Konsolidasi dimaknai oleh Diamond (2003:84) sebagai proses pencapaian legimitasi yang luas dan kuat, sehingga semua aktor politik yang signifikan, pada tingkat elit maupun massa, percaya bahwa rezim demokrasi adalah yang paling benar dan tepat bagi masyrakat mereka, serta lebih baik dari alternatif realistis lain yang dapat mereka bayangkan. Para pemain politik harus menghormati demokrasi yang meliputi hukum, prosedur.

REFORMASI BIROKRASI DALAM KONSOLIDASI DEMOKRASI DI INDONESIA

Sejak kekuasaan kolonial Hindia Belanda, birokrasi di Indonesia merupakan kelas tersendiri yang melaksanakan keputusan pemerintah dan menjalankan aturan yang ditetapkan. Pada masa Orde Baru, birokrasi menjadi mesin politik penguasa untuk melanggengkan kekuasaannya. Birokrasi menjadi alat penguasa dan mewakili kekuasaan Negara dalam berbagai sektor kehidupan masyarakat.

Pada masa kejatuhan rezim otoriter Orde Bsru, nirokrasi menjadi sasaran kemarahan massa karena dianggap sebagai bagian kekuasaan rezim, meskipun tidak sampai dibubarkan atau di ganti. Pada tahap berikutnya birokrasi tidak mendapat kepercayaan bahkan lembaga donor dalam menyalurkan bantuannya tidak melalui pemerintah melainkan langsung kepada organisasi non pemerintah (ornop). Untuk mengembalikan kepercayaan rakyat dan negara lain terhadap pemerintah dalam demokratisasi di indonesia, perlu dilakukan reformasi birokrasi.

KESIMPULAN

Demokrasi yang telah memasuki gelombang ketiga menjadi sistem terbaik dalam menjamin hak-hak dasar warga Negara dan memperluas partisipasi warga dalam pengambilan keputusan yang berkaitan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Demokrasi dan demokratisasi di Indonesia seringkali hanya dipahami kebebasan semata, sehingga seringkali mengabaikan unsur lain dari demokrasi seperti kedaulatan rakyat, akutanbilitas, ruang publik, perwakilan, pemilihan, persamaan hak penegakan hukum dan HAM, pembagian kekuasaan, checks and balances. Karena itu dalam proses demokratisasi di Indonesia untuk mencapai tahap konsolidasi perlu dilakukan pelembagaan politik diantaranya dengan melakukan pembaharuan birokrasi.

sumber : Thoha,Miftah,2003.Birokrasi-dan-politik/Bob S. Hadiwinata-ph.D2007-Demokrasi,Civil Society

Pabrik Tas di Indonesia

Konveksi Tas Idola Sebagai

Pengrajin Tas

Alamat Produsen Tas pembuat Tas

Seminar

Jl. Leuwipanjang – Leuwi Sari V no 59

Bandung

No Hp 081-221-248-03

Telepon 022 – 520 6738

www.tasidola.com / www.pabriktas.co.id

Email : info_dh@yahoo.com / info_tasidola@yahoo.com

DILEMA PERAN BIROKRASI DALAM KONSOLIDASI DEMOKRASI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*