cat
Manusia yang hatinya disibukkan dengan duniawi, niscaya tidak menyadari betapa selama ini banyak hal yang di lupakan akan kehidupan akhiratnya.

 

Manusia memang makhluk yang sempurna diantara makhluk- makhluk yang ada di muka bumi ini. Namun, tidak bisa dipungkiri bahwa hati manusia ini memang sulit di kendalikan. Ketika manusia di beri musibah atau ujian hidup meraka akan merasakan sedih. Dan ketika meraka di beri kenikmatan mereka akan merasakan kebahagian yang bahkan luar biasanya. 

Sesungguhnya kita hidup di dunia ini bagaikan roda berputar. Terkadang kita berada di atas dengan penuh kebahagiaan, tak kadang pula kita hidup dibawah dengan penuh kesedihan. 

Perlu kita ketahui, untuk semua yang kita terima di dunia ini semata-mata hanya untuk menguji ke imanan kita. Agar kita tidak melupakan Allah SWT. Dan tetap istiqomah kepada-Nya. 

Manusia yang hanya mengejar urusan dunia, mereka tidak akan pernah merasa bersyukur. Dan ketika mendapat ujian pun mereka hanya bisa mengeluh tanpa berpikir kenikmatan lain yang telah Allah beri pada nya.
Dan untuk istiqomah dalam keadaan sempit maupun lapang memang tak mudah. Setan selalu mengincar dan membisikkan ke hati manusia untuk lalai mengingat kepada Allah ‘Azza Wa Jalla. Hawa nafsu tak kalah sengit menggoda hati untuk condong pada kenikmatan sementara yang justru bisa membinasakannya. Disinilah peran do’a sangat  penting dan dibutuhkan untuk menguatkan iman agar membuat hati kokoh meski seribu satu masalah datang silih berganti.

Ummu Salamah pernah ditanya, ”Wahai Ummu Salamah, do’a apa yang sering dibaca oleh Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam selama beliau berada di sisimu?”. Dia menjawab, ”Do’a yang sering dibaca adalah :

 

<يَا مُقَلِّبَ اْلقُلُوْبِ ثَبِّتْ قَلْبِيْ عَلَى دِْينِكَ

 

Wahai Allah yang mampu membolak – balikkan hati, teguhkan hatiku berada di dalam agama-Mu“.

 

Dia berkata : “Saya bertanya kepada beliau, ”Wahai Rasulullah, betapa sering kau membaca do’a itu”. Beliau menjawab :

 

 يَا أُمُّ سَلَمَةَ إِنَّهُ لَيْسَ أَ دَ مِيٌّ إِلاَّ وَقّلْبُهُ بَيْنَ أُُُصْبٍُعَيْنِ مِنْ أَصَابِعِ اللهِ فَمَنْ شَاءَ أَقاَ مَ وَمَنْ شاَءَ أَقَامَ وَمَنْ شَاءَ أزَاغَ

 

Wahai Ummu Salamah sesungguhnya tidaklah anak keturunan Adam ( manusia ) itu kecuali hatinya berada diantara dua jemari Allah. Kalau Dia mau akan Dia teguhkan dan kalau Dia mau akan Dia gelincirkan”.

 

(Hadits ini diriwayatkan oleh Tirmidzi dan dia nilai hasan hadits ini . Lihat kitab Jami’u Al-Ushul Shahihu Sunani Tirmidzi hadits No. 3768 dan No. 2368).

 

 

 

 

Pabrik Tas di Indonesia

Konveksi Tas Idola Sebagai

Pengrajin Tas

Alamat Produsen Tas pembuat Tas

Seminar

Jl. Leuwipanjang – Leuwi Sari V no 59

Bandung

No Hp 081-221-248-03

Telepon 022 – 520 6738

www.tasidola.com / www.pabriktas.co.id

Email : info_dh@yahoo.com / info_tasidola@yahoo.com

Hati yang Galau

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*