Kita telah mengetahui bersama, bahwasannya amal perbuatan yang disukai Allah sangat banyak jumlahnya. Namun kita sering melupakan kalau menyesali suatu kesalahan yang telah kita perbuat juga termasuk amalan yang disukai Allah, (innallaha yuhibbuttawwabin), sebabnya jelas yaitu bahwa manusia akan berkemungkinan menempuh hidup di jalan yang benar jika dalam hidupnya senantiasa melakukan perbaikan diri dengan cara bermuhasabah terhadap apa yang dilakukannya. Salah satu cara kita bermuhasabah diri ketika telah melakukan kesalahan adalah mengucapkan istighfar (memohon ampun kepada Allah), bukan malah merasa bangga atas kesalahan yang telah kita perbuat sehingga tak malu-malu lagi menceritakan kepada orang lain, na’udzubillah min dzalik. Hal seperti inilah yang masih sering kita temui di masyarakat kita.

Al-Qur’an banyak menyinggung tentang istighfar dalam berbagai bentuk, di antaranya: adakalanya sebagai bentuk perintah, adakalanya sebagai pujian bagi orang yang beristighfar dan adakalanya berupa pernyataan bahwa Allah bersedia mengampuni dosa hambanya yang memohon ampunan, misalnya dalam QS. Al-Muzammil: 20:

وَٱسْتَغْفِرُوا ٱللَّهَ ۖ إِنَّ ٱللَّهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

“Dan mohonlah ampunan kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Inti dari istighfar adalah bermunajat (berdo’a) memohon ampunan. Lukman  al-Hakim pernah berkata kepada anaknya, “Wahai putraku, biasakanlah lisanmu mengucap, ya Allah ampunilah aku, sebab bagi Allah ada beberapa saat yang didalamnya Dia tidak akan menolak siapa saja yang bermunajat kepada-Nya.” Dalam sebuah Hadis dijelaskan:

قَالَ أَبُو هُرَيْرَةَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ وَاللَّهِ إِنِّي لَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ فِي الْيَوْمِ أَكْثَرَ مِنْ سَبْعِينَ مَرَّةً

Abu Hurairah berkata: saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Demi Allah, sesungguhnya aku beristighfar (meminta ampunan) dan bertaubat kepada Allah dalam satu hari lebih dari tujuh puluh kali.” (HR. Bukhari)

                        Kita bisa meneladani apa yang telah dicontohkan rasulullah sebagaimana dalam hadis tersebut, dengan menerapkannya dalam kehidupan kita, misal ketika kita di rumah, sekolah, kantor, tempat kerja dan dimanapun kita berada agar dapat membiasakan diri besitighfar karena kita tidak tahu setiap langkah yang kita lakukan, apakah diridhai oleh Allah ataukah tidak. Kita bisa bayangkan Nabi saja yang dirinya terjaga dari dosa atau ma’sum mampu memperbanyak diri untuk beristighfar apa lagi dengan kita yang hanya sekedar manusia biasa yang tidak terjaga dari dosa, harusnya lebih banyak-banyak lagi beristighfar dari yang telah dicontohkan Nabi.

            Hubungan terdekat yang hampir sama pengertiannya dengan istighfar adalah Taubat yang artinya kembali ke jalan Allah setelah mendurhakai-Nya. Taubat tidak hanya cukup membaca istighfar, tapi harus diikuti dengan kesungguhan untuk kembali kepada parameter Islam. Bila pelanggaran itu menyangkut hak Allah , maka taubatnya ialah menyesali dosa-dosa yang diperbuat dan berjanji untuk tidak mengulanginya lagi. Sedang apabila dosanya berhubungan dengan sesama, maka ia harus membereskan dulu hubungannya dengan sesama itu dengan memohon kerelaannya, kemudian menyesali perbuatan tersebut dihadapan Allah.

Oleh karena itu, marilah kita membiasakan diri untuk senantiasa memperbanyak istighfar dalam keseharian kita sebagaimana yang telah dicontohkan Nabi SAW bahkan lebih dari apa yang telah dicontohkan beliau, Karena kita hanyalah manusia biasa yang tidak memiliki sifat ma’sum sebagaimana yang dimiliki Nabi SAW.

sumber : http://ubayonlyone.blogspot.co.id/2014/05/istighfar-instrumen-muhasabah-diri

Pabrik Tas di Indonesia

Konveksi Tas Idola Sebagai

Pengrajin Tas

Alamat Produsen Tas pembuat Tas

Seminar

Jl. Leuwipanjang – Leuwi Sari V no 59

Bandung

No Hp 081-221-248-03

Telepon 022 – 520 6738

www.tasidola.com / www.pabriktas.co.id

Email : info_dh@yahoo.com / info_tasidola@yahoo.com

Istighfar, Instrumen Muhasabah Diri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*