Sering melihat tas berlogo instansi pemerintah atau swasta? Atau mendapat goody bag dari acara seminar atau peluncuran produk? Ternyata ada seorang pionir pembuat tas-tas seperti itu di Bandung, Jawa Barat. Ia adalah Dede Hidayat. Dengan label Idola Indonesia, pria lulusan Universitas Islam Bandung (Unisba), ini memulai bisnis tas sejak masih berumur belasan tahun.

Ketika itu, Dede remaja melihat sosok sang ayah, H Dana Husen (alm) yang kerap membuat tas atas pesanan seorang pengusaha di Kota Bandung.

Melihat keahlian sang ayah membuat tas, Dede pun tertarik ikut serta. Pada 1975, ia putuskan untuk membantu sang ayah. Namun Dede tidak ikut campur dalam pembuatan tas, melainkan dalam hal pemasaran.

“Saya sering buka lapak di selasar toko di beberapa pasar di Bandung. Itu dilakukan jika hari libur atau sepulang sekolah,” ujar Dede seperti dilansir Tribun Jabar.

Bukan saja menjual tas buatan sang ayah, Dede juga menawarkan tas buatan sang ayah ke teman-teman sekolahnya. Dede pun menawarkan tas ke sejumlah toko di pasar-pasar.
“Itu saya lakukan sampai selesai kuliah,” katanya rumah produksinya, Jalan Leuwisari V, Komplek Leuwisari, Bandung.

Setamat kuliah, Dede fokus mengembangkan bisnisnya. Dengan bekal modal Rp 1,7 juta, ia memantapkan diri di bisnis tas.

Ketika itu, tas yang dibuat Dede masih sebatas tas untuk dijual di toko-toko. Namun karena ingin bisnisnya semakin berkembang, Dede menawarkan diri ke sejumlah perusahaan BUMN dan instansi pemerintah jika dirinya mampu membuat tas berlogo perusahaan dan instansi pemerintah tersebut.

“Maksudnya, tas saya ini bisa digunakan untuk acara diklat atau seminar,” katanya.
Namun usaha menawarkan diri ke instansi pemerintah tidak berjalan mulus. Alasannya, mereka tidak mau gegabah membeli tas berlogo jika bukan petunjuk dari pemerintah pusat. “Tapi berkat usaha keras akhirnya mereka mau menerima juga. Pesanan pun mengalir,” ucapnya.

Kini, tas buatan bapak enam anak itu sudah menjadi langganan perusahaan dan sejumlah instansi pemerintah. Bahkan tasnya itu melanglangbuana hingga ke Amerika Serikat berkat ada kegiatan semacam diklat kerjasama lembaga di Indonesia dengan lembaga di Amerika.

Tas buatan Dede juga banyak dicari perusahaan dan instansi pemerintah di seantero Nusantara. Tas yang dibuat Dede beragam. Ada tas punggung, jinjing, laptop, belanja, dan tas sekolah. Hanya tas wanita yang tidak dibuat, dengan alasan tas wanita lebih mengutamakan fashion dan pembuatan pun harus eksklusif.

Harga yang ditawarkan beragam, mulai Rp 5.000 sampai seratusan ribu per buah. Namun karena tas dijual dalam jumlah partai, pembelian minimal 100 tas.
Pembelian bisa dilakukan dengan cara datang ke showroom atau memesan melalui telepon, fax, atau email. Dalam sebulan, Dede meraup omzet rata-rata Rp 50 juta. Namun omzet bisnis tas bisa lebih besar di momen tertentu seperti penerimaan mahasiswa baru atau agenda besar seperti PON. (ciputraentrepreneurship)

Sumber: www.jabarbanten.com

 

Pabrik Tas di Indonesia

Konveksi Tas Idola Sebagai Pengrajin Tas

Alamat Produsen Tas pembuat Tas Seminar

Jl. Leuwi Sari V no 59

Bandung

Kisah Dede Hidayat dalam Bisnis Tas
Tag pada:                        

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*