index

Sudah menjadi kodrat wanita mengalami haid pada setiap bulannya, dan pada setiap wanita mengalami haid pada waktu yang berbeda-beda. Seorang wanita mengalami haid adalah pertanda bahwa wanita tersebut sudah memasuki baligh. aligh menurut Bahasa sendiri mempunyai artian ” Sampai ”, dan Pengertian Baligh menurut Istilah ialah telah sampainya Usia seseorang pada tahap kedewasaannya, atau usia anak dimana sudah mencapai pengalihan dari masa kanak – kanak menuju ke masa kedewasaan.

Allah SWT berfirman :

“Mereka bertanya kepadamu tentang Haidh. Katakanlah: “Haidh itu adalah suatu kotoran.” Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu Haidh; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri” (QS : Al-Baqarah : 222)

Pada ayat diatas dijelaskan bahwa haid(darah haid) adalah kotoran, maka saat waktu itu wanita dianggap tidak suci sampai ia selesai dari haidnya lalu mandi wajib(mandi besar). Maka dari itu ketika wanita sedang pada masa haid ada beberapa larangan untuk dikerjakannya, dan berikut beberapa penjelas larangan tersebut :

  • Shalat

Dari Aisyah ra : “Bukankah bila si wanita haid ia tidak shalat dan tidak pula puasa? Itulah kekurangan agama si wanita” (Muttafaqun ‘alaih, HR. Bukhari dan Muslim)

Berdasarkan hadist tersebut, para ulama bersepakat bahwa pada saat wanita mendapatkan haidh, maka wanita tidak boleh shalat dan tidak boleh berpuasa.

Dari Mu’adzah, ia berkata bahwa ada seorang wanita yang berkata kepada ‘Aisyah :

“Apakah kami perlu mengqodho’ shalat kami ketika suci?” ‘Aisyah menjawab, “Apakah engkau seorang Haruri? Dahulu kami mengalami haid di masa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam masih hidup, namun beliau tidak memerintahkan kami untuk mengqodho’nya. Atau ‘Aisyah berkata, “Kami pun tidak mengqodho’nya.” (HR. Bukhari no. 321)

  • Puasa

Dalam hadits Mu’adzah, ia pernah bertanya pada ‘Aisyah ra :
“Hadist Muadzah bertanya kepada Aisyah RA, ‘Kenapa gerangan wanita yang haid mengqadha’ puasa dan tidak mengqadha’ shalat?’ Maka Aisyah menjawab, ‘Apakah kamu dari golongan Haruriyah? ‘ Aku menjawab, ‘Aku bukan Haruriyah, akan tetapi aku hanya bertanya.’ Dia menjawab, ‘Kami dahulu juga mengalami haid, maka kami diperintahkan untuk mengqadha’ puasa dan tidak diperintahkan untuk mengqadha’ shalat’” (HR. Muslim)

Dari hadist diatas sudah dijelaskan bahwa ketika kita sedang haid berhalangan puasa, maka wajib mengqodo puasanya, namun tidak dengan mengqodo shalatnya.

  • Tawaf

Dari Aisyah ra. berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda : “Bila kamu mendapat haid, lakukan semua praktek ibadah haji kecuali bertawaf di sekeliling ka`bah hingga kamu suci.” (HR Mutafaqq `Alaih)

  • Masuk masjid

Dari Aisyah RA berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda : “Tidak ku halalkan masjid bagi orang yang junub dan haidh.” (HRBukhori, Abu Daud dan Ibnu Khuzaemah)

 

 

 

Pabrik Tas di Indonesia
Konveksi Tas Idola Sebagai
Pengrajin Tas
Alamat Produsen Tas pembuat Tas
Seminar
Jl. Leuwipanjang – Leuwi Sari V no 59
Bandung
No Hp 081-221-248-03
Telepon 022 – 520 6738
www.tasidola.com / www.pabriktas.co.id
Email : info_dh@yahoo.com / info_tasidola@yahoo.com

Larangan-Larangan Bagi Wanita yang sedang Haid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*