Puasa Puasa Sunnah dan Keutamaannya

 

Pengertian Puasa Sunnah adalah puasa yang dalam pelaksanaannya tidak diwajibkan, akan tetapi sangat dianjurkan dan waktu pelaksanaannya juga pada waktu-waktu yang tertentu. Namun ada juga puasa sunnah yang dapat dilakukan pada waktu kapan saja. Dan jika puasa tersebut dilakukan maka akan mendapat pahala dari Allah SWT.

Berikut beberapa jenis puasa sunnah :

Puasa arafah

Puasa arofah adalah puasa yang dikerjakan pada hari kesembilan di bulan dzulhijah bagi yang tidak melaksanakan ibadah haji. Rasulullah SAW bersabda :

“Tiada amal yang soleh yang dilakukan pada hari-hari lain yang lebih disukai daripada hari-hari ini (sepuluh hari pertama dalam bulan Dzulhijjah).” (Hadist Riwayat al-Bukhari).

Keutamaan puasa ‘Arofah sebagaimana hadist Rasulullah SAW berikut :

“Rasulullah SAW pernah ditanya tentang puasa hari Arafah, beliau menjawab, “Puasa itu menghapus dosa satu tahun yang lalu dan satu tahun berikutnya.” (HR. Muslim)

Puasa senin dan kamis

puasa sunnah yang paling sering dilakukan oleh Rasulullah SAW adalah puasa pada setiap hari senin dan kamis, atau puasa senin kamis. Sebagaimana diriwayatkan oleh Abu Hurrairah r.a. :

“Bahwasanya Rasulullah SAW adalah orang yang paling banyak berpuasa pada hari Senin dan Kamis.” Dan ketika Rasulullah ditanya tentang alasannya, Beliau bersabda “Sesungguhnya segala amal perbuatan dipersembahkan pada hari Senin dan Kamis, maka Allah akan mengampuni dosa setiap orang muslim atau setiap orang mukmin, kecuali dua orang yang bermusuhan.” Maka Allah pun berfirman “Tangguhkan keduanya.” (HR. Ahmad)

Keutamaan puasa senin dan kamis ada di dalam sebuah Hadist yang disampaikan Abu Hurrairah,, Rasulullah Sholallahu Alaihi Wassalam bersabda :

“Segala amal perbuatan manusia pada hari Senin dan Kamis akan diperiksa oleh malaikat, karena itu aku senang ketika amal perbuatanku diperiksa aku dalam kondisi berpuasa.” (HR. Tirmidzi)

Selain itu, dalam hadist lain rasulullah saw bersabda :

“Hari itu adalah hari di mana aku dilahirkan, dan di mana aku dijadikan Rasul dan diturunkannya padaku wahyu”. (H.R. Muslim)

Puasa syawal

Puasa syawal adalah puasa yang di kerjakan pada enam hari bulan syawal. Dalam pelaksanaannya boleh dilakukan secara berurutan ataupun secara terpisah.

Rasullullah SAW bersabda :

“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia seperti berpuasa setahun penuh.” (HR. Muslim no. 1164)

Menurut fatwa Ibni Utsaimin pada kitab “Ad-Da’wah“, 1:52–53 menyebutkan bahwa :

“Dibolehkan menjalankan puasa sunnah secara berurutan atau terpisah-pisah. Akan tetapi, dengan mengerjakan secara berurutan, lebih utama karena hal itu mencerminkan sikap bersegera saat melaksanakan perintah kebaikan, serta tidak menunda-nunda amalan yang bila ditunda akan menyebabkan tidak jadi beramal.”

Puasa tasu’a

Puasa Tasu’a adalah puasa sunnah yang dikerjakan pada tanggal 9 Muharam. Puasa ini dilakukan untuk mengiringi puasa yang dilakukan pada keesokan harinya yaitu di tanggal 10 Muharram. Harus begitu dikarenakan dihari yang sama yaitu tanggal 10 Muharram orang-orang Yahudi juga melakukan puasa. Oleh sebab itu, puasa ditanggal 9 Muharram untuk mengiringi puasa keesokan harinya akan dapat membedakan dengan puasa yang dilakukan oleh orang-orang Yahudi dan Nasrani.

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, bahwa ketika Rasulullah Sshallallahu ‘Alaihi Wa sallam sedang melaksanakan puasa Asyura, dan beliau memerintahkan para sahabat untuk melakukan puasa di hari itu juga, ada beberapa sahabat yang berkata yang artinya:

“Wahai Rasulullah, sesungguhnya tanggal 10 Muharram itu, hari yang diagungkan orang Yahudi dan Nasrani.” Lalu Rasulullah menjawab yang artinya “Jika datang tahun depan, insyaaAllah kita akan puasa tanggal 9 (Muharram)”.”Ibnu Abbas melanjutkan, “Namun belum sampai menjumpai Muharam tahun depan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sudah wafat.” (HR. Muslim 1916).

Puasa di Sembilan Hari Pertama Bulan Dzulhijjah

Di Sepuluh hari pertama dalam bulan Dzulhijjah, umat muslim dianjurkan untuk memperbanyak amalan seperti berdzikir, istigfar, berdo’a, bersedekah, serta yang paling ditekankan adalah melakukan puasa. Dari ibnu abbas, Rasulullah saw bersabda :

“Tidak ada satu amal sholeh yang lebih dicintai oleh Allah melebihi amal sholeh yang dilakukan pada hari-hari ini (yaitu 10 hari pertama bulan Dzul Hijjah).” Para sahabat bertanya: “Tidak pula jihad di jalan Allah?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Tidak pula jihad di jalan Allah, kecuali orang yang berangkat jihad dengan jiwa dan hartanya namun tidak ada yang kembali satupun.” (HR. Abu Daud no. 2438, At Tirmidzi no. 757, Ibnu Majah no. 1727, dan Ahmad no. 1968. Shahih).

 

 

 

 

 

 Pabrik Tas di Indonesia
Konveksi Tas Idola Sebagai
Pengrajin Tas
Alamat Produsen Tas pembuat Tas
Seminar
Jl. Leuwipanjang – Leuwi Sari V no 59
Bandung
No Hp 081-221-248-03
Telepon 022 – 520 6738
www.tasidola.com / www.pabriktas.co.id
Email : info_dh@yahoo.com / info_tasidola@yahoo.com

 

Macam-Macam Puasa Sunnah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*