15 Jenis Mainan Yang Merangsang Otak Anak agar Edukatif

Secara garis besar otak manusia dibagi menjadi 4 bagian, yaitu otak besar, otak kecil, otak tengah dan batang otak atau sumsum otak. Setiap bagian otak mempunyai fungsi dan perannya masing-masing. Sebagai layaknya manusia yang dapat melihat, mendengar, berbicara, berpikir, mengingat dan sebagainya, semua ini merupakan fungsi dari otak besar. Begitu pula dengan hal kepandaian, kesadaran, memori juga peran dari otak besar.

Untuk mempertajam kemampuan otak, bukan hanya nutrisi dan asupan gizi yang diperlukan otak, tetapi sedini mungkin otak juga butuh rangsangan atau edukasi. Bahkan, semenjak bayi dalam kandungan pun, orang tua sudah dapat mengedukasi atau merangsang otak anak.

Namun perkembangan yang optimal pada anak adalah ketika ia memasuki periode emas yaitu usia ketika anak masih dibawah 5 tahun. Usia ini biasa disebut dengan golden age period atau periode emas pada anak, yang mana pada periode tersebut perkembangan otak anak tumbuh mencapai hingga 80%. Tentu saja periode ini hanya terjadi sekali seumur hidup. Oleh sebab itu sebagai orang tua kita harus memanfaatkan periode tersebut dengan baik.

Dalam tahap ini, orangtua tidak hanya harus menjadi contoh yang baik untuk anak, mendidik anak dengan tingkat emosional yang stabil, mental yang baik, rasa sosial yang baik, intelektual yang baik, dan memberikan pelajaran moral yang baik pada anak, namun orang tua juga harus memperhatikan kebutuhan gizi untuk tumbuh kembang dan otaknya. Dengan demikian diharapkan anak akan memiliki masa depan yang baik.

Jenis Mainan Yang Dapat Merangsang Otak Anak

  1. Puzzle atau Bongkar Pasang

Puzzle atau bongkar pasang adalah permainan yang banyak dijumpai ditoko mainan anak. Mainan puzzle atau bongkar pasang dapat merangsang daya ingat dan gerak motorik pada anak. Dengan memberikan anak mainan puzzle diharapkan, anak akan lebih bisa menyelsaikan permasalahannya sendiri tanpa bergantung pada orang lain. Untuk memilih puzzle atau bongkar pasang, pilihlah yang sesuai dengan tahap perkembangan anak atau sesuai dengan usia anak.

  1. Permainan Bentuk Bulat, Segitiga, dll.

Permainan bentuk seperti segitiga, lingkaran, bujur sangkar, persegi panjang dan bentuk lainnya, juga mampu merangsang daya ingat anak. Banyak mainan bentuk dengan beraneka warna, juga menjadi pilihan untuk merangsang otak anak.

  1. Drum

Alat musik drum bisa kita gunakan sebagai media perangsang otak pada anak. Permainan ini dapat melatih syaraf yang berkoordinasi dengan indera ataupun sistem motorik anak.

  1. Keyboard

Selain drum, keyboard juga bisa digunakan untuk merangsang otak anak. Bermain keyboard butuh konsentrasi dan keselarasan antara pendengaran, gerak tangan dan pengelihatan anak. Permainan ini dapat melatih kecerdasan koginitif  anak secara optimal.

  1. Mewarnai

Mewarnai adalah hal yang menyenangkan terutama bagi anak-anak. Mewarnai merupakan edukasi yang menarik buat anak, selain belajar mengenal warna, anak juga belajar memadukan antara satu warna dengan warna yang lainnya. Mewarnai juga dapat melatih motorik halus pada anak. Untuk menunjang aktivitas anak tersebut, berikan pensil warna atau crayon yang aman untuk anak.

  1. Menebali Angka, Huruf atau Gambar

Menggunakan metode ini diharapkan akan melatih kemampuan motorik halus dan motorik kasar pada anak. Selain untuk melatih kemampuan motorik anak, menebali angka, huruf atau gambar juga bisa merangsang kemampuan kognitif dan mengasah bakat pada anak.

  1. Edugames

Untuk permainan ini butuh pengawasan orang tua, karena permainan ini hanya bisa dimainkan di komputer, gadget atau handphone. Dalam permainan edugames banyak sekali jenis permainan yang bisa mengedukasi anak-anak, seperti menebak kata, mencari pasangan, mencari perbedaan, dan lain lain. Di dalam permainan ini juga disuguhi warna dan musik yang mampu merangsang otak si kecil. Namun perlu diwaspadai orang tua dalam bermain edugames, jangan sampai anak kecanduan dengan gagdet atau alat elektronik lainnya.

  1. Boneka Jari

Masih ingat dengan boneka jari ? Permainan ini zaman sekarang sudah ditinggalkan. Sebenarnya permainan boneka jari cukup mengedukasi anak-anak. Anak dapat bercakap-cakap dan merangsang imajinasi anak. Bermain boneka jari juga dapat memberikan anak kesan dan pesan positif, sehingga dapat merangsang otak si kecil dengan baik.

  1. Kartu Angka atau Kartu Bergambar

Kartu angka atau kartu bergambar adalah permainan yang menarik bagi si kecil. Permainan kartu ini dapat diberikan ketika anak memasuki usia 3 tahun, dan tentu gunakan kartu yang aman dan menarik untuk si kecil.

  1. Kartu Pasang-Pasangan

Kartu pasangan dapat dijadikan media bermain untuk anak. Mainan ini berguna sebagai perangsang otak si kecil untuk menemukan pasangan kartu dan belajar mengingat. Berikan kartu dengan gambar dan warna yang menarik, seperti buah-buahan misalnya dengan warna yang cerah.

Menyusun aneka kepingan balok juga membantu merangsang kemampuan otak anak. Anak belajar membuat sesuatu sesuai kreatifitas dan imajinasi. Dengan bermain balok, anak belajar tentang ukuran panjang, tinggi dan besar. Anak juga diajarkan berlatih kesabaran dalam menyusun balok.

  1. Meronce

Saat ini, banyak playgroup atau kelompok bermain anak yang memasukkan edukasi meronce dalam daftar stimulasi otak anak. Belajar meronce membantu melatih kesabaran anak, keseimbangan antara mata dan tangan, mengenal dan mengkombinasi bentuk serta kreatifitas anak dalam membuat sesuatu. Untuk jenis permainan ini, diperlukan pengawasan orang tua, karena umumnya elemen dari meronce adalah manik-manik yang berukuran kecil.

  1. Bermain Pasir

Salah satu permainan yang mudah dijumpai dan murah adalah bermain pasir. Bermain pasir ternyata juga dapat merangsang perkembangan motorik anak, dengan menggunakan imajinasinya anak membuat atau membentuk sesuatu dari pasir. Selain itu dengan kegiatan menyekop dan menuangkan pasir juga melatih otot anak.

  1. Lego

Lego adalah jenis mainan yang kini sedang hits dikalangan anak-anak maupun orang dewasa. Dalam permainan lego, anak diajarkan untuk berkreasi dan dituntut untuk membangun suatu bangunan atau bentuk. Dengan demikian maka otak anak akan terstimulasi dengan baik, dan anak mampu untuk menyelesaikan masalah dengan baik dan benar.

  1. Bermainan Peran/karakter

Bermain peran atau berprofesi menjadi seorang tokoh membantu anak belajar tanggungjawab dan kemandirian. Dengan berperan seperti tokoh atau karakter yang di idolakan anak, membuat anak memiliki rasa percaya diri dan memacu semangat anak untuk berkreatifitas.

Dengan permainan-permainan edukasi tersebut, diharapkan dapat menstimulasi otak anak, agar dapat memperluas jaringan syarafnya sehingga mampu mengelola informasi yang masuk kedalam otak. Dengan masuknya informasi, otomatis wawasan pada anak akan lebih banyak dan lebih luas.

Permainan edukatif yang dapat merangsang kecerdasan otak dan kemampuan berpikir pada anak, dapat membantu anak memiliki kemampuan memecahkan suatu masalah dan memiliki tingkat konsentrasi yang tinggi. Untuk itu, orang tua harus pandai dan jeli dalam memilih mainan edukatif yang tepat untuk anak. Pilihlah mainan edukatif yang sesuai dengan umur anak, dalam artian memilih tingkat kerumitan dan bentuk yang menarik, Pilihlah mainan yang yang memiliki warna cerah dan aman untuk si kecil.

Manfaat Merangsang Otak Anak Dengan Mainan

Memberikan mainan pada anak dapat merangsang kemampuan otak mereka, sehingga mereka akan menggunakan kemampuan berpikirnya secara optimal. Selain itu merangsang otak anak dengan mainan dapat mengoptimalkan kemampuan kognitif dan intelektual pada anak. Oleh sebab itu memberikan anak permainan dianggap hal yang penting, karena dapat mengasah dan merangsang otak anak. Dengan memberikan memberikan rangsangan pada otak anak akan memberikan manfaat sebagai berikut :

  • Memberikan mainan edukasi pada anak, dapat menambah wawasan atau pengetahuan.
  • Anak akan memiliki fisik yang kuat, otot yang kuat karena sudah terlatih dengan melakukan gerakan ketika sedang bermain.
  • Kemampuan motorik halus dan kasar pada anak akan terlatih dan mampu menciptakan gerakan serta kordinasi yang baik.
  • Belajar berkonsentrasi dan fokus dalam mengerjakan sesuatu.
  • Secara tidak langsung anak belajar mengenal aneka bentuk, warna, dan ukuran.
  • Mainan dapat memberikan refleksi pada anak, dan hal ini tentu akan membuat otak anak lebih tenang. Selain itu kemampuan motorik pada anak juga lebih terasah.
  • Memberikan mainan pada anak dapat merangsang otak anak untuk memilih permainan atau bahkan memilih teman untuk bermain. Dengan munculnya gambaran pada anak, maka hal ini akan mempermudah anak untuk memikirkan sesuatu dan mampu mengendalikan diri dengan baik.
  • Mengembangkan rasa percaya diri pada anak, dengan cara mengasah kemampuan fisik anak, bakat, dan rasa sosial serta intelektual anak. Dengan memberikan mainan, maka otak anak akan terangsang dan anak akan mampu untuk bersosialisasi dengan baik.
  • Merangsang otak anak dengan mainan mampu membantu orang tua dalam mengoptimalkan perkembangan mental pada anak. Dengan memberikan anak mainan dapat menstimulasi kreatifitas yang tersimpan dalam diri anak. Anak dapat mengekspresikan dirinya dengan mainan, tanpa harus merasa ragu.
  • Memberikan anak mainan dapat mengasah kreatifitas anak, selain itu juga menjauhkan anak dari situasi stress. Karena bermain dapat membantu anak melepas penat dan terhindar dari stress dengan bermain. Mainan juga menjadi media untuk mengembangkan kreatifitas anak dengan baik.
  • Mainan dapat meningkatkan sosialisasi anak dimasyarakat. Ketika anak bermain dengan teman sebayanya atau bermain dalam satu kelompok, maka hal tersebut akan melatih anak secara tidak langsung untuk belajar bersosialisasi dengan masyarakat. Cara ini juga membantu anak untuk dapat mengatasi ketakutan ketika jauh dari orang tuanya.
  • Memberikan mainan kepada anak dapat membantu anak untuk bisa menganalisa permasalahan. Permainan dapat membantu anak untuk bisa menganalisa hak-hal kecil, sehingga orang tua harus bisa memilih jenis mainan yang sesuai dengan tingkatan usia anak.
  • Memberikan anak mainan dapat membantu untuk mengembangkan otak kanannya. Belajar dengan bermain dapat membuat anak merasa lebih senang dan nyaman. Dan cara ini dapat membantu anak untuk mampu menghadapi orang lain, menghadapi suatu masalah dan mengambil suatu risiko atau keputusan. pada umumnya saat disekolah hanya otak kiri anak yang diasah, tanpa memikirkan kebutuhan otak kanan. Namun kondisi ini harus membuat orang tua pintar dalam mengambil kesempatan, dengan memberikan mainan kepada anak, sehingga dapat mengasah bakat, kemampuan dan kreatifitas anak.
  • Mengajarkan anak bekerjasama. Dalam bermain, anak juga dapat belajar berbagi dan bekerjasama dengan saudara atau teman-temannya.

Cara Memilih Mainan Untuk Merangsang Otak Anak

Kadang kala dalam urusan memilih jenis mainan untuk anak, tidaklah mudah. Dengan banyaknya jenis mainan anak saat ini, tentunya orang tua menginginkan mainan yang edukatif, bermanfaat dan aman untuk anak-anaknya.

Beberapa hal yang harus diperhatikan orang tua, seperti apakah mainan anak mengandung zat-zat berbahaya. Mainan anak yang mengandung logam berat seperti merkuri, kadmium, kromium dan timbal juga harus diperhatikan. Karena zat-zat kimia ini dapat menyebabkan kelumpuhan, kerusakan pada otak anak, kanker, kerusakan pada ginjal dan merusak pembuluh darah. Berikut, beberapa tips memilih mainan yang aman untuk anak.

  1. Menentukan jenis kelamin anak, laki-laki atau perempuan.
  2. Pilihlah mainan yang sesuai dengan usia anak. Hal ini guna memastikan mainan tersebut adalah mainan yang cocok dengan usia anak.
  3. Pilihlah mainan yang aman atau tidak berbahaya. Ini penting untuk diperhatikan orang tua dalam memilih mainan untuk anak. Periksalah apakah mainan tersebut memiliki bentuk atau elemen yang tajam, runcing, kecil, dan sebagainya.
  4. Pilihlah mainan yang memiliki variasi.
  5. Pilihlah mainan yang memiliki warna ceria/sesuai dengan warna kesukaan anak. Banyak mainan anak yang memiliki warna yang menarik dan mencolok. Namun harus diperhatikan apakah warna yang digunakan tersebut aman untuk anak. Misalnya cat yang berbau tajam, mudah mengelupas atau luntur, dan sebagainya.
  6. Pilihlah bahan mainan yang awet. Mainan yang mudah copot/patah atau rusak misalnya tentunya dapat melukai tangan atau anggota tubuh anak.
  7. Pilihlah mainan yang benar-benar mengedukasi atau dapat membantu untuk merangsang otak anak.

 

Pabrik Tas di Indonesia

Konveksi Tas Idola Sebagai

Pengrajin Tas

Alamat Produsen Tas pembuat Tas

Seminar

Jl. Leuwipanjang – Leuwi Sari V no 59

Bandung

No Hp 081-221-248-03

Telepon 022 – 520 6738

www.tasidola.com / www.pabriktas.co.id

Email : info_dh@yahoo.com / info_tasidola@yahoo.com

 

MENGASAH OTAK ANAK MELAUI JENIS MAINAN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*