kisspng fast food plate dinner clip art afafbd

Pada bulan ramadhan kaum muslimin di perintahkan untuk mengerjakan puaa ramadhan selama sebulan penuh, dan hukumnya wajib untuk dilakuka terutama bagi yang sudah baligh. Bagi seseorang yang sudah baligh namun tidak mengerjakan puasa ramadhan tanpa ada udzur sesuai syariat maka hukumnya dosa.

Kaum muslimin di perbolehkan tidak mengerjakan puasa jjika ia memiliki udzur sesuai syariat islam, apa sajakah itu? Dan berikut beberapa udzur yang di perbolehkan untuk tidak mengerjakan puasa sesuai syariat islam, diantarany a:

  • Safar

Safar adalah berpergian jauh yang jarak perjalanannya sama dengan jarak yang membolehkan qoshar shalat, atau sekitar 85 km bagi orang musafir (melakukan perjalanan jauh) dibolehkan tidak berpuasa namun diwajibkan meng-qodho, atau menggantinya di hari yang lain. Sebagaimana firman Allah SWT :

“(yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” (QS Al-Baqarah ayat 184)

  • Wanita hamil dan menyusui

Wanita yang sedang hamil dan menyusui boleh tidak mengerjakan puasa jika ia merasa khawatir akan keselamatan janinnya atau merasa tidak mampu untuk mengerjakann puasa. Rasulullah bersabda : “sesungguhnya Allah azza wa jalla telah menggugurkan kewajiban puasa dan separuh shalat dari pundak musafir, dan menggugurkan puasa dari pundak wanita yang hamil dan wanita yang menyusui.” (H.R.Ahmad)

namun diwajibkan baginya mengqodho puasanya diwaktu yang lain sebanyak puasa yang di tinggalkannya, dan tidak di wajibkan membayar fidyah.

  • Lanjut usia

Lanjut usia adalah fase menurunnya kemampuan akal dan fisik, yang di mulai dengan adanya beberapa perubahan dalam hidup.dan daya tahan tubuhnya pun pasti akan berkurang, maka  bagi orang yang sudah lanjut usia di perbolehkan tidak mengerjakan puasa dengan syarat ia tidak mampu melakukan puasa disebabkan fisiknya terlalu lemah atau ada penyakit yang menghalanginya melakukan puasa.

Para ulama ber’ijma bahwa orang tua renta, yang tidak mampu berpuasa sepanjang tahun, boleh tidak berpuasa. Dan tidak wajib mengqadha karena tidak memiliki kemampuan. Diwajibkan atasnya hanya membayar fidyah berupa memberi makan orang miskin setiap hari.

  • Sakit

Sebagaimana firman Allah SWT :

“(yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” (QS Al-Baqarah ayat 184)

Batas sakit yang dimaksud adalah sakit parah yang akan membahayakan orang tersebut dan bisa mengakibatkan sakitnya semakin parah, maka di perbolehkan untuk tidak mengerjakan puasa.

 

 

 

Pabrik Tas di Indonesia
Konveksi Tas Idola Sebagai
Pengrajin Tas
Alamat Produsen Tas pembuat Tas
Seminar
Jl. Leuwipanjang – Leuwi Sari V no 59
Bandung
No Hp 081-221-248-03
Telepon 022 – 520 6738
www.tasidola.com / www.pabriktas.co.id
Email : info_dh@yahoo.com / info_tasidola@yahoo.com

Udzur Sesuai Syar’i yang Memperbolehkan tidak Mengerjakan Puasa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*