hati x

Sudah seharusnya sesama manusia saling menasehati dan mengingat kan kepada yang lain. Jika ada teman ataupun orang yang kita kenal melakukan keselahan sudah sepatutnya bagi kita untuk menasehatinya.

Menasehati adalah sebuah rasa kasih sayang kita terhadap orang lain ataupun orang lain terhadap kita. Namun dalam menasehati ini kita perlu mengetahui adab-adabnya, karena tidak semua manusia bisa menerima nasehat dari apa yang kita berikan.

Berikut ini adalah adab-adab dalam menasehati orang lain, sebagai berikut :

  • Menasehati dengan lembut dan sopan

Jika kita hendak menasehati orang lain sudah seharusnya bersikap lembut dan sopan. Karena untuk menaklukan hati manusia, maka kita perlu memberinya kasih sayang. Dengan cara menasehati lembut, sopan dan kasih sayanglah yang akan orang lain terima dari nasehat yang kita berikan.

  • Di waktu yang tepat

Tidak setiap saat seseorang itu siap untuk menerima nasehat dari kita. Adakalanya jiwanya sedang gundah, marah, sedih, atau hal lain yang membuatnya menolak nasehat tersebut. Ibnu Mas’ud pernah bertutur: “Sesungguhnya adakalanya hati bersemangat dan mudah menerima, dan adakalanya hati lesu dan mudah menolak. Maka ajaklah hati saat dia bersemangat dan mudah menerima dan tinggalkanlah saat dia malas dan mudah menolak.” (Al Adab Asy Syar’iyyah, Ibnu Muflih)

Maka cari lah waktu yang pas untuk menasehatinya. Jika kita tidak bisa menasehatinya dengan baik, dianjurkan lebih baik kita diam saja agar tidak memperburuk suasana.

  • Menasehati secara rahasia

Umumnya manusia akan menerima nasehat ketika ia sedang sendirian dan dengan suasana hati yang baik. Itulah saat yang tepat untuk menasehati dengan baik, tidak ditempat publik. Karena di tempat publik seperti itu hanya akan mempermalukannya saja.

Al Hafizh Ibnu Rajab berkata: “Apabila para salaf hendak memberikan nasehat kepada seseorang, maka mereka menasehatinya secara rahasia… Barangsiapa yang menasehati saudaranya berduaan saja maka itulah nasehat. Dan barangsiapa yang menasehatinya di depan orang banyak maka sebenarnya dia mempermalukannya.” (Jami’ Al ‘Ulum wa Al Hikam, halaman 77)

  • Tidak memaksa kehendak

Memang sudah kewajiban seorang mukmin adalah menasehati saudaranya tatkala melakukan keburukan. Namun kita tidak berkewajiban memaksa orang lain untuk menuruti nasehatnya.

Ibnu Hazm Azh Zhahiri mengatakan: “Janganlah kamu memberi nasehat dengan mensyaratkan nasehatmu harus diterima. Jika kamu melanggar batas ini, maka kamu adalah seorang yang zhalim…” (Al Akhlaq wa As Siyar, halaman 44)

 

 

Sumber :  https://muslimah.or.id/7352-menasehati-tanpa-melukai.html

 

 

 

 

 

 

Pabrik Tas di Indonesia

Konveksi Tas Idola Sebagai

Pengrajin Tas

Alamat Produsen Tas pembuat Tas

Seminar

Jl. Leuwipanjang – Leuwi Sari V no 59

Bandung

No Hp 081-221-248-03

Telepon 022 – 520 6738

www.tasidola.com / www.pabriktas.co.id

Email : info_dh@yahoo.com / info_tasidola@yahoo.com

Menasehati Tanpa Menyakiti

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*